
Cirebon, 26 Februari 2026 – Himpunan Mahasiswa Informatika (HIMAFOR) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syekh Nurjati Cirebon sukses menyelenggarakan Seminar Moderasi Beragama sebagai acara pembuka rangkaian ROMANTICS 2026. Bertema “Ramadan Connect: Menyambung Rasa melalui TAKRAW (Takjil dan Dakwah Moderasi)”, kegiatan ini berlangsung meriah di Ruang Auditorium FITK Lantai 5 dan dihadiri lebih dari 150 orang terdiri dari mahasiswa, dosen, staff dan perwakilan RMB UIN SSC. Antusiasme peserta terlihat sejak pagi, dengan ruangan yang penuh sesak dan semangat kebersamaan yang tinggi.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars UIN SSC. Ketua Pelaksana ROMANTICS, Rizky Fadilah, menyampaikan laporan kegiatan. Kemudian sambutan disampaikan secara berturut-turut oleh Haikal Azkal Azkiya (Ketua Umum HIMAFOR), Fahmi Fahrezi (Ketua Umum DEMA FITK), dan Dr. H. Darwan, M.Kom. selaku Kepala Program Studi Informatika yang secara resmi membuka acara.
Puncak acara adalah pemaparan materi oleh Dr. Atmo Prawiro, S.H.I., M.E.Sy. yang disampaikan dengan sangat menarik dan mudah dipahami. Pemateri menjelaskan secara mendalam perbedaan mendasar antara moderasi beragama dengan agama itu sendiri.
Menurut Dr. Atmo Prawiro, moderasi beragama bukanlah mengubah atau mengurangi ajaran agama, melainkan cara memahami dan mengamalkan agama dengan bijak, toleran, dan tidak ekstrem. Beliau menekankan bahwa moderasi beragama adalah sikap tengah yang sesuai dengan ajaran Islam itu sendiri, yaitu wasathiyyah.
Beberapa poin penting yang disampaikan pemateri:
- Moderasi beragama menjadi sangat relevan di era digital saat ini, di mana mahasiswa Informatika sering bersinggungan dengan berbagai informasi dan isu keagamaan di media sosial.
- Pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah, ilmu pengetahuan, dan interaksi sosial agar terhindar dari paham radikal maupun liberalisme berlebihan.
- Moderasi beragama bukanlah sikap pasif, melainkan sikap aktif dalam membangun harmoni antar umat beragama sambil tetap teguh pada prinsip keislaman.
- Di lingkungan kampus, mahasiswa diharapkan menjadi agen moderasi dengan cara bijak dalam berkomunikasi dan berkreasi di dunia teknologi.
Sesi tanya jawab berlangsung cukup hidup. Banyak mahasiswa Informatika yang aktif bertanya, terutama terkait tantangan menerapkan moderasi beragama di kalangan generasi muda dan di dunia digital. Pemateri menjawab dengan gamblang dan memberikan contoh-contoh konkret yang relatable bagi peserta.
Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat dan plakat penghargaan kepada pemateri oleh Ketua Umum HIMAFOR dan Kepala Program Studi Informatika, serta sesi dokumentasi bersama seluruh hadirin.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa Informatika untuk tidak hanya mahir dalam coding dan teknologi, tetapi juga menjadi generasi yang berakhlak mulia dan moderat dalam beragama,” ujar Rizky Fadilah selaku Ketua Pelaksana.
Seminar Moderasi Beragama ini menjadi rangkaian pertama dari kegiatan ROMANTICS yang masih akan dilanjutkan dengan Santunan Panti Asuhan Ashabul Kahfi, Berbagi Takjil kepada masyarakat, dan Buka Bersama Keluarga Mahasiswa Informatika.

Dengan terselenggaranya acara ini, HIMAFOR periode 2026–2027 semakin meneguhkan komitmennya untuk mencetak mahasiswa Informatika yang berprestasi, peduli sosial, dan berwawasan keagamaan yang moderat.